Sublimasi, berjudul UUS (Ujung-Ujungnya Schumacher)

Sublimasi, berjudul UUS (Ujung-Ujungnya Schumacher)

Ada banyak yang ada di kepala saya saat ini.
tapi ketika halaman kosong sudah terbuka, apa?
malam tadi saya bermimpi tentang banyak ruang aneh dalam hidup saya.
Tetangga yang mungkin ada mungkin tidak.
Ketelanjangan tubuh manusia yang ternyata menurut alam bawah sadar saya bukan erotis, tapi ofensif. Karena saya bermimpi tentang seorang tua yang marah-marah ke halaman rumah saya karena ia kira malam sebelumnya melihat ada yang telanjang sehingga itu pun tak senonoh untuknya.
Orang tua itu pasti sebenarnya saya.

Alam sadar saya kagum akan ketelanjangan.
Menurutnya tubuh manusia adalah anugerah Tuhan untuk manusia.
Garis tubuh manusia sedikitnya adalah penegasan berulang-ulang Tuhan bahwa manusia adalah indah–kalau bukan yang paling.
Bahkan saya yang, labil (mudah-mudahan padanan yang cukup tepat untuk insecure) percaya bahwa “nakedness is the easiest task of self-consciousness

semoga orang tua itu bukan saya.
Karena sepertinya konflik Freudian macam itu tidak akan mudah saya mengerti
Lalu saya bermimpi tentang Nan. (bukan roti)
Lalu ada seekor bayi jaguar yang kerjanya menyerang orang, sampai ada yang bilang,
“watch your baby Jaguar”
Paling tidak ada sebagian kecil mimpi saya yang berbahasa Inggris,
kata orang ini pertanda bagus untuk kompetensi berbahasa seseorang. Walaupun di mimpi saya bukan saya yang berbahasa inggris (?!?!)
Lalu—ini yang paling penting—saya juga mimpi bertemu Michael Schumacher…
hmm..
Ia duduk rapi di garasi saya dengan seragam Ferrari dan bawahan jeans.

Saya? ada di dalam mobil yang bergerak mundur meninggalkan garasi.
bahkan di dalam mimpi pun saya nggak hoki.
ketika mobil sudah keluar garasi dan hendak pergi entah kemana,
untung saya sempat mengeluarkan kepala saya dari jendela dan berteriak,
” I love you so much, Michaeeel!!!”

cuma ini yang saya banggakan dari mimpi saya.
Tapi ini pun petaka…
Kata orang lagi, semakin sering kita sering memimpikan sesuatu,
semakin tidak mungkin hal itu jadi kenyataan.
Saya sudah pernah mimpi bertemu Ms : 5 kali. Tiga diantaranya saya bisa ceritakan seperti benar-benar terjadi 2 menit yang lalu.
Yang paling pertama saya bermimpi MS mengajarkan saya main biola. (gitu deh)
Yang kedua, saya mengunjungi MS di rumah sakit, dengan sebuket bunga, sesaat setelah ia mengalami kecelakaan Silverstone tahun 1999.
Yang ketiga, saya lupa.
Yang keempat, saya wawancara dia. Saya hanya bisa keluarkan pertanyaan luar biasa bodoh. Jangan tanya apa.
Yang kelima, ya yang di garasi tadi.
semakin jauh nampaknya kemungkinan saya benar-benar bertemu dengan juara dunia 7 kali itu (aah..)
Silakan sebut saya obsesif, kompulsif, atau prerogatif
Tapi penyakit fanatik memang sulit sembuh.
Justifikasi saya : Ini mekanisme saya biar tidak gila. Karena dunia di luar sana bisa jahat luar biasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: