Proses Legalisasi Terjemahan Buku Nikah di Kedutaan Amerika Serikat

Sebelumnya mungkin saya perlu jelaskan maksud saya untuk mendapatkan notarisasi terjemahan buku nikah saya. Ada dua alasan:

Pertama, sebagai syarat pengajuan alih KITAS ke KITAP sponsor istri suami saya, bahwa harus ada dokumen yang menyatakan bahwa pernikahan saya sudah terdaftar/diakui oleh kedutaan asing pasangan saya. Nah, tiap negara jenis ‘pengakuan’nya berbeda-beda, kebetulan kalau di Kedutaan AS, tidak ada pencatatan, hanya ada notarisasi (pensahan) oleh notaris tertunjuk di Kedutaan AS atas tanda tangan Legalisasi dari Kemenlu yang ada di terjemahan buku nikah saya.

Kedua, supaya pernikahan saya bisa disahkan di negara bagian suami saya. Sebenarnya saya belum cek persyaratan tepatnya,tapi ada beberapa negara bagian yang katanya hanya mengakui terjemahan yang sudah dinotarisasi Kedutaaan AS, seperti dijelaskan di link ini:

The United States generally recognizes the validity of marriages legally registered in Indonesia. However, you cannot register your marriage in the United States through a U.S. Embassy, as marriage is a state-specific responsibility. If you would like to register your marriage in the United States, please contact the Attorney General in your state of residence for requirements. Some states may require your Indonesian marriage certificate/book to be certified. To certify an Indonesian marriage certificate/book, please have it translated into English and take both documents to the Indonesian Ministry of Foreign Affairs (KEMLU).

Jadi untuk saya, bukan untuk keperluan Green Card yah.

Sebagai info, saya menikah dengan WN Amerika di Indonesia secara Islam, berarti menghasilkan dokumen berupa buku nikah istri dan suami.

Nah, dari beberapa tanya jawab dengan beberapa teman-teman yang bersuamikan WN Amerika juga, banyak yang menyebutkan bahwa sebenarnya buku nikah islam kita yang sekarang tidak perlu lagi diterjemahkan, karena sudah ada bahasa inggrisnya. Jadi untuk pelaporan ke kedutaan, tinggal membawa buku nikah dan KTP ke Kedutaan. Tapi karena kedua poin diatas, maka saya pikir sekalian saja lah saya buat yang versi terjemahannya juga.

Tahapan Pertama: Buat Terjemahan di Penerjemah Tersumpah 

OK, di sini menurut saya poin paling penting, paling tidak kalau Anda punya tujuan yang kurang lebih sama seperti saya (mau melegalisir terjemahan buku nikah di kedutaan AS). Karena awalnya saya sempat baca beberapa blog, dan semua menuliskan tahapan pembuatan terjemahan di akhir. Yang mana salah besar.

Proses pembuatan terjemahan dibuat sebelum pergi ke Kementerian manapun. Untuk list lengkap terjemahan yang direkomendasikan (tapi tidak diharuskan) US Embassy, silakan cek di link ini (yang sebenarnya agak outdated karena banyak  yang sudah pindah/tutup). Akhirnya saya pakai Interlingua, karena yang paling cepat responnya saja. Harganya Rp. 100,000/halaman, total 3 halaman, Rp. 300.000, jadi dalam waktu 3 hari kerja. Sesuai janji.

Tahapan Kedua: Legalisir di Kementerian Hukum & HAM  

Saya sempat mengira kalau terjemahan harus dilegalisir di KUA & Kemenag juga, jadi saya sempat panik karena KUA saya nggak mau kasih tanda tangan ahahah ^^’ ternyata nggak perlu. Cukup bawa langsung ke Kemenkumham

Waktu pelayanan: Jam 8 – 14.00 (Istirahat jam 11.30 hingga jam 1)

Tempat: Gedung AHU, Lantai 3, area Kementerian Hukum dan HAM. Jl. Rasuna Said, Depan Pasar Festival)

Yang perlu disiapkan:

  1. Materai sejumlah dokumen yang mau dilegalisir (1, hanya di terjemahan)
  2. Stof map warna apa saja, ada di koperasi setempat kalau lupa bawa.
  3. Buku nikah asli dan fotokopi
  4. Foto kopi terjemahan buku nikah
  5. Fotokopi Identitas suami istri KTP (WNI) dan Paspor (WNA) — sebenarnya kayaknya nggak diperlukan, karena punya saya dikembalikan. Tapi untuk jaga-jaga, sebaiknya selalu sediakan stok kedua dokumen ini.

Biaya: Rp. 25,000/dokumen yang dilegalisir (termasuk dokumen asli)

Lama: 3 hari kerja

Penampakan loket:

legalisir-kemenkumham

p_20161110_085307

Waktu saya datang, cukup kaget karena area pelayanan cukup nyaman. Ada banyak loket (yang dibuka biasanya 3 atau 4) dan antrian menggunakan nomor panggil otomatis. Setelah dipanggil, saya menyerahkan berkas-berkas di atas, dan mengisi formulir permohonan legalisir yang disediakan di loket.

Sebenarnya, petugas cukup responsif dan ramah kok, loketnya juga banyak. Cuma memang semua pengurusan legalisir, perizinan, dll yang berkaitan dengan Kemenkumham semua lewat pintu ini, jadi memang kerjaan mereka banyak banget. Kalau nggak datang pagi bisa berabe.

Setelah itu, saya dipersilakan ke ‘meja komputer’ untuk mengakses alamat ini memasukkan data-data saya. Idealnya, voucher langsung di-print dan diserahkan ke teller BNI. Tapi karena printernya lagi error (eyeroll), akhirnya “nomernya dicatat saja” kata pak satpam. Kalau mujur, petugas akan langsung memberikan nomer voucher tanpa harus cek sendiri ke ‘meja komputer’.

Setelah itu kita harus ambil nomor antrian lagi untuk ke loket BNI yang berada di samping loket pelayanan. Setelah membayar, bukti transfer ada yang kita simpan, dan ada yang harus diserahkan ke loket yang pertama kita masuki. Setelah itu, tunggu 3 hari kerja untuk pengambilan.

Catatan: dari beberapa blog yang saya baca, banyak yang bilang kalau banyak calo yang bebas menawarkan jasanya di lingkungan ini. Tapi ketika saya datang (November 2016, jam 8 pagi) sama sekali tidak ada calo! 😀 Tapi tips paling penting adalah, JANGAN DATANG SETELAH JAM MAKAN SIANG. Saya pernah coba datang jam 1 siang, antriannya ampun panjangnya… satu ruangan penuh orang.  Antriannya 10 kali lipat dari pagi. Mendingan pulang aja terus datang keeseokan harinya deh, beneran.

Tahapan Ketiga:  Legalisir di Kementerian Luar Negeri 

Datang langsung ke bagian konsuler, yang dipintunya tercantum jam pelayanan. Setelah masuk, akan diarahkan oleh petugas untuk mengambil nomor antrian. Kali itu saya datang paling pagi (jam 8.30), jadi belum ada antrian. Tapi kalaupun datang siang sepertinya nggak masalah sih, karena dari pantuan saya yang datang pukul 2 untuk ambil dokumen, antrian tidak terlalu membludak seperti pada saat di Kemenkumham. Tapi ya, jam 12 sampai jam 1 tutup.

Yang harus disiapkan:

  1. Buku Nikah Asli
  2. Terjemahan Buku Nikah yang sudah dilegalisir di Kemenkumham
  3. Fotokopi terjemahan Buku Nikah yang sudah di legalisir Kemenkumham (untuk arsip mereka)
  4. Buku nikah asli
  5. Fotokopi Identitas suami istri KTP (WNI) dan Paspor (WNA)
  6. Semua dokumen dimasukkan ke dalam stof map warna kuning (siapkan dari rumah, karena nggak ada koperasi/toko di lingkungan Kemenlu, sepenglihatan saya sih)

Biaya: Rp. 10,000/dokumen yang dilegalisir. Tidak perlu materai

legalisir_di_kemenlu_bagian_konsuler

legalisir_di_kemenlu_bagian_konsuler2

Lama: 3 hari kerja. Total lama antri, baik pada saat penyerahan atau pengambilan dokumen, kurang dari 10 menit. Sangat cepat & efisien! 😀 seneng banget.

Catatan: Di Kementerian Luar Negeri tidak ada fotokopian atau koperasi yang mudah di akses, jadi sebaiknya siapkan semua fotokopian & map dari rumah.

Ini hasil legalisir di kedua Kementerian:

legalisir-kemenkumham-kemenlu

Tahapan Keempat:  Notarisasi di Kedubes AS 

Pertama buat janji dulu di US Embassy untuk layanan notaris publik. Penjelasan lebih lanjut bisa cek di link ini. Yang datang harus si WN Amerika, dan pasangannya (saya) tidak harus hadir.

The American Citizen Services Unit provides notarial services by appointment only. Appointments must be made online at the ACS Appointment System Website. Please click here to make an appointment.

Yang harus dibawa:

  1. Lembar konfirmasi appointment ACS yang sudah diprint
  2. Terjemahan buku nikah yang sudah di legalisir di Kemenkumham & Kemenlu
  3. Paspor WN (untuk ID)
  4. Saya kemarin bawakan juga buku nikah asli, siapa tau diminta. Tapi kayaknya nggak diminta.

Biaya: 50USD

Lama pengerjaan: langsung jadi saat itu juga.

Hasilnya adalah selembar notarisasi yang ditandatangi dan distempel  oleh notaris publik US Embassy, yang disegel eyelet (mata ikan) diatas dokumen terjemahan kita, seperti dibawah ini.

legalisir-terjemahan-buku-nikah-us-embassy

terjemahan_buku_nikah_

Kalau ditotal-total, proses ini memakan waktu tidak lebih dari 2 minggu, tanpa perlu cuti kerja dll. (kecuali mungkin untuk bagian ke US Embassy karena waktunya sangat ketat dan terbatas). Kuncinya harus datang pagi-pagi, supaya mencegah antrian dan tentu menghindari kemacetan.

Buat saya, sempat memakan waktu lebih lama karena trial & error yang cukup lama. Misal, saya tidak tahu kalau terjemahan buku nikah tidak perlu dilegalisir di KUA & kemenag. Lalu saya juga sempat mengira kalau mau notarisasi di Embassy, yang harus dibawa adalah fotokopian buku nikah asli yang dilegalisir dan terjemahan yang tidak dilegalisir, dll. Banyak deh, makanya saya buat blog ini.

Tapi kesimpulannya, saya tetap rekomendasi untuk urus sendiri, dan hindari calo. Karena selain cuma butuh ketekunan dan kesabaran agak sedikit ekstra, layanan publik di kementerian sekarang sudah jauh lebih baik dari sebelumnya kok. Memang masih terbatuk-batuk, dalam arti, kayaknya mereka masih kagok, jadi jangan harapkan CS efisien macam bank, tapi beneran deh, bisa banget kita lalui tanpa pungli.

Semoga membantu ya.

 

You may also like

8 Comments

  1. Mba kalo wni yg datang ke US Embassy apakah bisa? Karena suami saya wna sudah pulang ke Amerika.
    Apa ada batas waktu untuk legalisasi ini?

    1. Sayangnya harus suami mbak yang datang ke US Embassy karena layanan notarisasi hanya untuk WN mereka saja.
      Tidak ada batas waktu untuk legalisasi, suami saya sendiri baru legalisasi 3 tahun setelah menikah, untuk keperluan KITAP saja.

      1. Oh gitu ya mba,
        Mba kalo misalnya pengesahan akta nikah setelah suami saya mengajukan visa spouse bagaimana???
        Apa bisa??
        Contoh, Hari ini dy mengajukan spouse visa Dan 6 bulan kemudian dia dtg Indo untuk pengesahan akta nikah, kira” bisa g mba ???

        Thank you mba Diana?

        1. IMHO bisa aja Mba.
          Karena kan keperluan pengesahan akta nikah itu untuk keperluan KITAS/KITAP di imigrasi Indonesia. Jadi seharusnya sih nggak ada pengaruh ke proses spouse visa yg untuk keperluan dengan pemerintah AS. Yang penting dokumen semua sudah dipegang kembali pada saat pengurusan akta nikah. Semoga membantu

  2. Hi Mba, thanks infonya sangat bermanfat. By the way saya mau tanya, yang perlu di translet itu kan buku nikah, kalau ga ada buku nikah apa perlu di translate juga? karena saya menikah di Singapur dan US, tidak pakai buku nikah jadinya. Itu gimana mba?Mohon dijawab ya mba terimakasih banyak

    1. Hai Wulan,
      Sorry lama balasnya. Kalau nikah di luar negeri, tentu tidak perlu diterjemahkan, tetapi setahu saya perlu didaftarkan di disdukcapil setempat.

  3. Yth Ms. Diana dan para pembaca,
    Perkenalkan nama saya M. Husin Usman Bastari. Kebetulan saya juga biasa membantu untuk proses Legalisir Dokumen di Kemenhumham, Kemenlu, Kementrian Agama, Legalisasi Notaris dan beberapa Embassy di Jakarta. Terjemahan Sworn dan Non Sworn.

    Free jasa konsultasi/Tanya jawab perihal Terjemahan dan legalisir dokumen. Bisa kontak saya di no WA 081314034242 atau email husinbst@gmail.com.

    Semoga bisa membantu bagi para pembaca yang akan Kerja,Study/Scholarship,PIAR, Menikah dengan WNA dll

    Terimakasih
    Salam
    M. Husin U.B.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *