Proses Alih Status KITAS ke KITAP Sponsor Istri

Halo, buat yang masih bingung urusan alih status ke ITAP, berikut ini saya coba buatkan pedoman sedetil yang saya bisa. Karena pasti banyak informasi yang bikin bingung, bahkan dari sumber resmi sekalipun.

Beberapa kali saya telepon ke Kantor Imigrasi, jawabannya selalu berbeda, dan ujung-ujungnya disuruh datang langsung untuk tanya ke loket. #eaak

Hasil kurang bertanya dan sesat di jalan: tengah November yang lalu, saya datang ke KanIm Kelas I Jaksel membawa dokumen-dokumen untuk diserahkan, ternyata oh ternyata saya masih kurang terjemahan buku nikah yang harus dinotarisasi di kedutaan (yang memakan waktu total sekitar 3 minggu untuk diurus), jadi harus urus itu dulu sebelum mulai urus alih status. Kedua, saya juga ternyata harus mutasi paspor suami saya yang baru saja ganti karena akan habis dalam beberapa bulan (ini butuh sekitar seminggu). Kan gawat tuh kalau waktunya mepet?

Alhasil, mungkin akan kepikiran untuk pakai calo yang bisa berkali-kali lipat (kenalanku kabarnya harus bayar sampai 60 juta untuk urus KITAP suaminya lewat agen karena beberapa komplikasi. Gila nggak tuh?).

Nah untuk menghindari hal-hal kayak begitu, silakan cek timeline saya berikut dalam pengurusan KITAP suami saya. Saran saya, mulai urus paling lama 3 bulan dari waktu KITAS mau habis, untuk mengantisipasi kalau-kalau ada dokumen ekstra yang dibutuhkan (KITAS suami saya habis akhir Februari 2017, saya mulai kasak kasuk dari November, selesai pertengahan Januari.) terlebih kalau Anda tinggal di luar kota. Kalau tinggal di Jakarta sih, proses akan lebih cepat karena Anda bisa antar/jemput berkas sendiri.

TAHAP 1: Menyerahkan berkas ke Kantor Imigrasi setempat

22 December 2016, Setelah kelar urusan notarisasi terjemahan buku nikah di kedutaan AS & proses mutasi data WNA di imigrasi, saya datang lagi ke KanIm Jakarta Selatan (tempat saya tinggal) untuk menyerahkan berkas berikut:

  • Paspor WNA Asli
  • Kitas WNA Asli
  • Fotokopi paspor WNA yang halaman depan, serta halaman-halaman yang ditempeli/dicap Izin Masuk, MERP, dsb. Pokoknya yang penting-penting sebaiknya difotokopi saja
  • Fotokopi kitas WNA (tidak perlu digunting, biar nggak nyelip)
  • Fotokopi KTP Istri (tidak perlu digunting, biar nggak nyelip)
  • Fotokopi Buku Nikah
  • Fotokopi Terjemahan Buku Nikah yang sudah didaftarkan/notarisasi di Kedutaan Amerika
  • Fotokopi Kartu Keluarga istri
  • Surat keterangan domisili dari Kelurahan
  • Fotokopi CNI (Certificate of No Impediment to Marriage) yang saya buat untuk kelengkapan dokumen menikah
  • Fotokopi paspor lama (hanya kalau ganti paspor).
  • Mengambil dan mengisi form PERDIM (24 & 25) di Imigrasi, beserta map pink-nya, GRATIS. Tapi kadang musti rebutan sama agen-agen yang nggak doyan ngantri kalau lagi rame hehehe..

Surat-surat yang dibuat (print) dan diserahkan:

  • Surat pernyataan Integrasi ( print dan tanda tangan diatas materai 6000, oleh WNA)
  • Surat pernyataan dan jaminan (print & tanda tangan di atas materai 6000 oleh sponsor)
  • Surat permohonan alih status (print & tanda tangan oleh sponsor)

(bisa lihat contoh-contoh nya di sini)

Setelah diserahkan, petugas akan memeriksa kelengkapan. Kalau semuanya sudah lengkap, petugas langsung memberikan tanda terima dan jadwal wawancara. Untuk suami saya, diberikan jadwal tanggal 27 Desember atau 3 hari setelah saya menyerahkan berkas (tidak menghitung sabtu & minggu). Waktu saya tanya jam berapa, dijawab: “Pagi saja Mbak, sekitar jam 9 atau jam 10.”

Proses penyerahan berkas ini, hanya memakan sekitar 15 menit. Sudah menghitung lari ke koperasi di lantai dua karena kurang satu materai, hehe. Petugasnya juga ramah kok, dan antriannya sedikit. (waktu itu sih, dan saya datang sekitar jam 9 pagi).

TAHAP 2: Wawancara WNA & Pasangan di Kantor Imigrasi

27 December 2016, di Kanim Kelas I Jaksel, Lantai 5

Jam 9 tepat kami  datang dan langsung diarahkan untuk naik ke Lantai 5, isi buku tamu, dan dipersilahkan menunggu. Selain saya dan suami, hanya ada 1 pasangan lain sebelum kami.

Setelah sekitar 10 menit menunggu, kami dibawa masuk ke ruangan kantor petugas yang ber-AC dan cukup nyaman. Beberapa pertanyaan yang ditanya: sudah berapa lama tinggal di Indonesia, di mana kami bertemu, apa pekerjaannya, sudah berapa lama menikah, kapan, kesehariannya apa, tinggal di mana, dll. Intinya penjelasan singkat tentang hubungan kami dan keberadaan WNA di Indonesia. Jangan lupa berpakaian rapi ya.

Setelah selesai, kami diarahkan untuk ke lantai 3 untuk dijelaskan langkah selanjutnya. Kami diminta untuk kembali paling cepat dalam 3 hari kerja, dengan membawa tanda bukti penyerahan  berkas yang diberikan dari awal proses.

TAHAP 3:  Membayar biaya pembuatan KITAP & Meminta Surat Pengantar ke Kanwil Imigrasi

5 Januari 2017 (seharusnya bisa lebih cepat, tapi saya baru bisa tanggal ini), datang langsung ke loket pengurusan Izin Tinggal (KITAP & KITAS) dengan membawa tanda terima. Petugas akan meminta kita untuk memfotokopi berkas permohonan sebanyak 2 rangkap. (Bisa fotokopi di tukang fotokopi di lantai yang sama).

Fotokopi akan diserahkan lagi ke petugas untuk dilegalisir, dan kita langsung dipersilakan untuk ambil nomer antrian untuk membayar di loket.

Biaya resmi pembuatan E-KITAP (Berlaku 5 tahun) Rp. 5,505,000,- dibayar cash di loket, tidak bisa debit atau kredit hehe. Tapi tenang saja, di lantai dasar ada beberapa ATM kok. Mandiri, BRI, sama BNI kalo tidak salah.

harga-resmi-pembuatan-kitap

Rinciannya sebagai berikut:
MERP (Multiple Exit Re-entry Permit) 2 Tahun: Rp. 1,750,000.-
E-KITAP 5 Tahun : Rp. 3,700,000
Jasa Sistem Informasi Imigrasi: Rp. 55,000.-
Total: Rp. 5,505,000.-

Setelah membayar, saya kembali ke petugas sebelumnya untuk meminta dokumen fotokopian rangkap dua yang sudah dilegalisir dan surat pengantar dari ketua KanIm JakSel untuk kita serahkan ke Kantor Wilayah Imigrasi di MT Haryono (Cawang).

TAHAP 4: Menyerahkan berkas permohonan ke Kanwil Imigrasi

9 Januari 2017, karena agak jauh dari tempat saya kerja, saya minta tolong bapak supir untuk membawa berkas suami saya (2 bundel fotokopian dokumen terlegaisir serta surat dari ketua KanIm Jaksel) ke KanWil Imigrasi di Cawang, di Jl. Letjen Mt. Haryono No.24, RT.4/RW.1, Cawang Jakarta Timur (sebelum Carrefour MT Haryono, kalau dari arah Kuningan, putar balik di lampu merah Dewi Sartika).

Diterima langsung oleh petugas dan diberitahu bahwa surat pengantar akan selesai dan bisa diambil hari Kamis tanggal 13 Januari 2017, pukul 8 atau 9 pagi.  (3 hari kerja).

Ternyata yang diambil hanya satu bundel, yang satu lagi dikembalikan untuk langkah selanjutnya. Tidak ada tanda terima, tetapi diamplopnya dituliskan nama dan no telepon petugas yang menerima, jadi kalau nanti ada apa-apa saya bisa telusuri.

Catatan: Tahapan ini BISA DIWAKILKAN. TApi, pastikan saja si pengantar minta kontak orang yang menerima dokumen untuk jaga-jaga.

13 Januari 2017, surat pengantar dari KanWil untuk dibawa ke Dirjen sudah bisa diambil. Lagi-lagi saya minta tolong pak supir untuk mengambil  hehe.

TAHAP 5: Menyerahkan berkas permohonan ke Dirjen Imigrasi

13 Januari 2017, saya bawa langsung surat pengantar dari Kanwil beserta 1 bundel dokumen yang tersisa ke Kementerian Hukum & HAM (Jl. HR Rasuna Said  Kav. 6-7, Jaksel. Seberang Pasar Festival) di Gedung Dirjen Imigrasi, langsung ke lantai 10, bagian Izin Tinggal dan Status Keimigrasian.

Dokumen diserahkan langsung ke petugas security yang berjaga di luar ruang, dan saya diminta mengisi form tanda terima.

Setelah mengisi form, petugas dengan ramah menginformasikan bahwa proses pengerjaannya adalah paling lambat 5 hari kerja (tanggal 23 januari 2017), dan saya akan di-sms oleh Customer Service. Kalau sudah menerima sms, nanti saya bisa langsung ke KanIm terkait (Jaksel) untuk foto.

Catatan: Tahapan ini juga BISA DIWAKILKAN, tetapi lagi-lagi, pastikan si pengantar menyimpan tanda terima yang diberikan petugas.

Sekedar informasi, ternyata, proses di atas adalah prosedur baru di dirjen, yakni menyerahkan dokumen lewat security, “Sebelumnya memang ada loketnya, Mbak. Tapi sekarang sudah nggak ada. Jadi semua surat -menyurat harus lewat kami, tidak bisa lagi ketemu langsung sama petugas di dalam.” Jadi, asumsi saya, ini untuk mencegah kemungkinan interaksi antara petugas dirjen dan pemohon, sehingga menghindari segala bentuk suap menyuap. Jadi, yang akan dilayani adalah permohonan yang sudah sesuai prosedur.

TAHAP 6: Foto

 17 Januari 2017, ternyata baru 4 hari sudah dapat SMS dari dirjen 😀

screenshot_20170118-091846
Leganyaa kayak dapet sms dari gebetan #eaaklagi

 18 Januari 2017, saya balik lagi loket ke bagian Izin Tinggal di lantai 3 untuk memastikan status KITAP suami saya dan apakah sudah bisa langsung foto. Ternyata bisa! yippee! (ini tahap yang nggak perlu sih kayaknya, tapi berhubung Kantor Imigrasi lumayan dekat sama kantor saya, jadi saya mampir buat nanya).

 19 Januari 2017, saya datang sama suami untuk foto. Ambil antrian jam 9, sekitar jam 10 dipanggil (jumlah antrian ada sekitar 30 orang). Saya nggak ikut masuk, tapi kata suami, petugas bilang KITAP akan selesai dalam 3 hari, bisa diambil dengan membawa tanda bukti bayar .

25 Januari 2017, KITAP selesai!

Akhirnya, selesai sudah prosesnya. Totalnya memakan waktu 1 bulan kurang sedikit. Lebih cepat dari yang saya prediksikan. Karena dari pengalaman beberapa teman di Komunitas Kawin Campur di Facebook (terutama yang tinggal di luar kota), banyak yang terbentur kendala dokumen yang tertahan di beberapa tahap. Oleh karena itu, tak henti-henti saya peringatkan untuk mulai persiapkan dokumen sedini mungkin. Minimal, konsultasikan dengan petugas imigrasi setempat.

Semoga membantu ya!

You may also like

31 Comments

  1. numpang tanya, apakah selama proses ini, paspor nya di tahan di Kanwil ? kira kira bisa di pinjam ga yah soalnya si pemohon akan keluar negeri sebentar.

    apakah suami nya harus ikut seluruh proses, atau hanya waktu hari terakhir foto saja?
    Makasih

    1. Hi Peter, maaf banget baru balas >.< Paspor selama proses akan berada di kantor imigrasi setempat. Dan suami Anda tidak perlu ikut semua proses, hanya waktu wawancara dan waktu pas foto saja.
      Semoga membantu

    1. Setau saya dokumen bisa dikirimkan mba, bs lewat JNE atau ekspedisi. Dengan catatan harus sering cek ke pengirim dan kantor penerima apakah dokumen sudah sampai dll. Oleh karena itu sebaiknya diproses dari jauh hari untuk mengantisipasi keterlambatan dll. Petugas yang mengirimi saya notifikasi permohonan alih status di Dirjen namanya Ahmad Firmansyah (0812 1265 3745) mungkin bisa dijadikan kontak. Semoga membantu ya..

      1. Ikutan nimbrung mbak. Suami saya sudah 10 hari sejak mengirimkan dokumen lewat pos tapi belum ada kabar. lama banget kan harusnya 5 hari. tahun sebelumnya saat perpanjangan kitas juga hanya 4 hari. nomer hape mas Ahmad itu bisa di telpon mungkin ya mbak?

  2. Sangat bermanfaat , cuman suami saya jepang apakah yg harus di terjemhkn tadi tidak perlu ? Karena buku nikah indonesia saja apakah cukup ? Atau yg lapor surat menikah dari konjen harus di bawa juga ? Thnx you infonya

    1. Kalau dalam kasus saya, menurut pihak imigrasi, sayangnya buku nikah saja tidak cukup. Kalau memang ada surat lapor nikah dari konjen, mungkin itu bisa dijadikan dokumen lapor nikah yg diperlukan, mbak. (dalam kasus saya yg nikah di dalam negeri, saya diharuskan memberikan bukti lapor ke kedubes AS yg sudah dilegalisir) Tapi untuk lengkapnya mungkin bisa dikonsultasikan dengan pihak imigrasi setempat.
      Semoga membantu ya..

  3. Hi Diana,
    Very well done info! Btw, kalau hanya spouse sponsorship kitas biayanya berapa kira-kira dan apakah prosedurnya sama? Thanks.

    1. Hai Tinet, terima kasih 🙂
      Kitas sponsor istri harganya sedikit lebih murah, tapi akan berbeda-beda setiap daerah. Kalau untuk Jakarta bisa cek di sini. Persyaratannya sedikit lebih sederhana, Akte Nikah tidak perlu dilegalisir ke Embassy segala, cukup ke KUA. Lengkapnya silakan cek ke sini dan untuk prosedur jg kurang lebih sama. Untuk lengkapnya bisa ditanyakan ke kanim setempat mbak.
      Semoga membantu 🙂

  4. Hi, mb. Diana.
    Mohon pencerahannya… sy sedang mengurus altus Kitas ke Kitap, baru ditahap penyerahan dokumen. Dan diinfokan bhw petugas imigrasi akan datang survey ke alamat kami dlm wkt 2 pekan kedepan.
    Nah.. yg jd beban pikiran, apakah permohonan Kitap nanti bisa disetujui kalo kami hanya tinggal di ‘kost’, namun sewa kost secara tahunan dan domisili sesuai KTP & KK?
    Terima kasih

    1. Hai vina,
      Karena aku kemarin tidak ada proses survey ke rumah seperti yg mbak sebut, aku tdk bs banyak kasih pencerahan. Tp kalau menurut aku, mbak nggak usah kuatir. Pihak imigrasi cuma mau pastikan mbak & suami hidup layak & tidak akan saling menelantarkan. Kalau mereka sedikit bertanya2, coba yakinkan saja bahwa (misalnya) kalian punya cukup tabungan untuk sehari2 dan tidak punya gaya hidup yg wah dll. Semoga lancar ya.

  5. mba mau tanya, form PERDIM (24 & 25) yang tanda tangan apakah WNA atau saya sebagai istri/sponsornya? Dan apakah pengambilan kedua Formulir ini bisa diwakilkan? Saya tinggal di Bali tapi KTP masih Jakarta dan mau urus Kitas ke Kitap. Terima kasih infonya berguna sekali.

    1. Kalau mbak proses sendiri (tanpa calo) otomatis mbak jadi yg diberi kuasa. Jadi yg ttd di form adalah mbak & suami. Pengambilan form bisa diwakilkan kok mbak. Pada saat penyerahan sebaiknya baru mbak sendiri yg menyerahkan. Saya kurang tahu bgmn detailnya kalau mau diwakilkan, mgkn bs telp lgsg ke kan im wilayah ktp mbak. Semoga membantu ya

  6. hello Mb Diana.

    please kindly give me your email.

    i would talk to you through emails.

    thank you.

    sincerely,

    farin horsley

  7. Sangat bermanfaat informasinya mba Diana, terima kasih sudah berbagi pengalaman. Saya petugas di pengurusan Ijin Kerja TKA yg sedang belajar / ingin tau mekanisme pengurusan KITAS / KITAP di Imigrasi lbh detail.. mantap blog nya.. 😉

    1. Sebaiknya dibuatkan saja mbak Surat Kuasa. Karena waktu menyerahkan, nanti si pembawa berkas akan ditanya hubungannya apa sama si WNA.

  8. hallo mba, sy lg ngurusin kitap ipar sy, sy mau nanya, apakah setlh penyerahan dokumen ke kanwil selanjutnya segala dokumennya hrs di kirim ke jkt lg? sy areanya di kalbar. mohon pencerahannya? thanks

    1. Halo Dewi,
      Setelah selesai dari kanwil, dokumen harus dikirimkan ke dirjen imigrasi di kemenkumham (rasuna said) di Jakarta. Jadi ya memang harus dikirim lagi ke Jakarta. Setelah itu, baru deh bisa proses di kanim setempat.
      Semoga membantu

  9. Ikutan nimbrung mbak. Suami saya sudah 10 hari sejak mengirimkan dokumen lewat pos tapi belum ada kabar. lama banget kan harusnya 5 hari. tahun sebelumnya saat perpanjangan kitas juga hanya 4 hari. nomer hape mas Ahmad itu bisa di telpon mungkin ya mbak?

    1. Sama..saya juga sudah lbh dari 6 hari belum ada informasi dari dirjen.apa mungkin sedang banyak aplikasi atau bagaimana?mbak Citra sudah coba hubungi kantor dirjen?

  10. Hi mba.. mau tanya.. syarat alih kitas ke kitap kli spobsor istri tetap kitasnya hrs 5 tahun atau bagaimana ya?
    Terima kasih

    1. Halo Tia,
      Kitap itu memang 5 tahun. Kartu izin tinggal permanen
      Kalau tidak ada rencana untuk permanen, umumnya orang asing hanya pake KITAS, bisa 6 bulan atau 1 tahun. Diperpanjang seperlunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *